Pianis indonesia yang Go internasional

anda tentu tambah ingat bersama nama Joey Alexander. Pianis jazz jejaka Indonesia ini mendapati prestasi menakjubkan di bagian global bersama menerima dua nominasi Grammy Award di perdana tahun.

biarpun belum termakbul menjarah piala, pencapaian Joey Alexander layak kita telaah tinggi. Di umur belia, dirinya sudah bisa menyohorkan nama orang di strata internasional.

sejamaknya apabila anda menonton sebentar dalam ke bagian musik, kira kira anda tak bakal terlampaui terpesona bersama pencapaian Joey. Piano telah jadi salah satu fasilitas musik paling terkenal di Indonesia. tak mustahil terhadap anda terhadap mulai sejak menggali ilmu. ternyata, bagian musik Indonesia sudah mempunyai beberapa pianis dapat diandalkan sejak dulu.

Pianis-pianis ini sudah berkarya di bagian musik yg tidak serupa. terlebih tak sebentar awal mereka yg mempunyai pengaruh akbar untuk seri musik tradisional dan mutakhir di negara kita.

1. Bubby Chen

Di era 1960an, Bubby Chen disebut-sebut juga sebagai The Best Pianist of Asia oleh Willis Conover, seseorang komentator Jazz diwaktu usianya berulang 22 th. ia amat sangat repot di maskapai musik bersama membuat ‘Chen Trio’, dan berasimilasi dgn “Jack Lesmana Quartet”. Beberapa musisi Indonesia tambah sempat berguru padanya. Sebut saja kekal Soesman, Hendra Wijaya, Vera Soeng dan Widya Kristianti. tidak hanya itu, dirinya pun mendapati Life Achievement Award atas jasanya memperkenalkan musik Indonesia ke bagian mendunia lewat jazz. perseroan musik kehilangan legenda satu ini diwaktu Bubby Chen menghembuskan nafas terakhir di thn 2012.

2. Dwiki Dharmawan

Nama Dwiki Dharmawan telah tak abnormal serta di kelas semesta. Karirnya melangit tinggi dengan group band Krakatau dgn Pra daya upaya Dharma, Donny Suhendra, dan Budhy Haryono.Beberapa prestasinya retakan lain ‘The Best Keyboard Player’ (Yamaha Light Music Contest 1985, Tokyo-Jepang), Grand Prize Winner (Asia Song pasar amal 2000, Philipina). Di thn 1990an, dirinya menghukum bagi mengeksplorasi musik tradisional Indonesia buat karyanya. factor ini sedang yg dirinya bawa dgn Krakatau yg sudah konser keliling dunia.

3. Indra Lesmana

karier semesta Indra Lesmana dimulai th 1994. tak tanggung-tanggung, dirinya membentuk album khusus bertema “No Standing” yg merilis di Amerika di bawah stiker MCA Records. Dalam karier bermusiknya, beliau sudah bersamasama bersama musisi-musisi papan atas bagian. Karirnya makin tumbuh dan jadi ikon jazz Indonesia. hingga 2016, beliau sudah posting lebih awal 200 komposisi dan nyaris 50 album dgn 18 album tersendiri. Di th 2011, dirinya mengajak musisi belia Barry Likumahuwa dan Sandy Winarta di group LLW (Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, dan Sandy Winarta). group ini menyebabkan album Love Life Wisdom dan terkabul masuk ke deretan 18 Most Downloaded Album di iTunes.

4. Teguh Sukaryo

Caption mata air( Gambar)Sumber gambar: referensibisnis.com
Teguh Sukaryo yaitu pianis kelahiran Purwokerto, Jawa sedang. beliau mulai sejak main-main piano di boros Musik Purwokerto, sebelum mendapati gelar S-1 di bagian Piano Performance Newcastle Conservatorium of Music, Australia. Namanya memang lah belum setenar pianis-pianis pada awal mulanya, namun beliau sudah membela beragam jenis penghargaan. Sebut saja unggul Prize” di Armidale Open Piano Competition, New South Wales, Australia (1997), Chamber Music Scholarship and award (Sewanee Summer Music bazar, Amerika Serikat-2000), Beethoven Prize (Grieg International Competition for Pianists – Oslo, Norwegia, 2005).

5. Yovie Widianto

Caption sumur( Gambar)Sumber gambar: jpnn.com
Di jarak tidak sedikit pianis, nama Yovie Widianto unjuk menggantikan generasi jejaka Indonesia. Karirnya di blantika musik benar benar menakjubkan dgn menelurkan tidak sedikit komposisi. Lagu-lagu ciptaan Yovie dibawakan oleh biduan papan atas dan jadi hits ternama negara kita. berasimilasi bersama group musik Kahitna tambah Yovie n The Nuno, pianis yg satu ini mempunyai kesendirian solo lagu-lagu bertemakan cinta yg dipadukan dgn aransemen musik yg indah.

Nama-nama di atas hanyalah segelintiran saja semenjak jutaan pianis Indonesia. menjadi walau Joey Alexander belum tercapai merampas piala Grammy, pencapaiannya layak kita pembahasan tinggi. Marilah mulai sejak lebih mensupport musisi lokal, dikarenakan telah terjamin mutu kita tak berserah diri dgn musisi-musisi kasta aspek 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *